Sunday, February 14, 2010

25 Desember, Juruselamat Vs Iblis, Angka 33, dan Ke-INDONESIA-an

25 Desember, Juruselamat Vs Iblis, Angka 33, dan Ke-INDONESIA-an

Jakarta, 30 Desember 2009

Di seluruh dunia, secara global tanggal 25 Desember diperingati sebagai Hari Natal (Christmas Day). Hari Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember setiap tahun, adalah Hari yang memperingati Kelahiran Yesus Kristus (Isa Al-Masih) yang diyakini oleh Umat Nasrani, baik Protestan maupun Katholik, sebagai Tuhan yang telah lahir ke dunia menjadi manusia untuk menjadi Juruselamat bagi segenap umat manusia yang telah jatuh ke dalam jurang terdalam dosa warisan Adam dan Hawa.

Umat Kristen di Indonesia sebagai bagian dari Umat Kristen Dunia, juga selalu merayakan Hari Natal setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya dengan penuh sukacita, gegap-gempita, dan kemeriahan, meskipun mayoritas penduduk Indonesia secara statistik beragama Islam. Itulah Indonesia, sebuah keajaiban dunia, dimana sebagai Negara Islam terbesar di Dunia, Islam diamalkan dengan begitu toleran, terbuka, dan egaliter, dimana pemeluk agama lain juga boleh memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing seperti dijamin dalam Pasal 27 UUD 1945. Para Bapak Bangsa Pendiri Negeri tercinta ini (Founding Fathers) telah mewariskan suatu sistem ketatanegaraan “Bhinneka Tunggal Ika” yang beradab, adihulung, dan tiada-dua tandingannya dalam hal nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan pluralisme sebagai teladan bagi bangsa-bangsa lain di dunia ini. Inilah Takdir Sejarah Bangsa Garuda: Bahwa Indonesia memang sudah ditetapkan dalam suratan-takdirnya untuk menjadi Bangsa yang Besar, Jaya, sebagai Mercu-Suar Dunia. Indonesia BISA, PASTI BISA, dan HARUS BISA!

Tanggal 25 Desember sebenarnya bukanlah Hari Kelahiran Yesus berdasarkan fakta historis. Herbert W Armstrong (1892 - 1986) dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, menyatakan bahwa tradisi perayaan 25 Desember sebagai Hari Kelahiran Yesus [baru] mulai dilakukan oleh Gereja Katolik Roma pada abad ke-4 Masehi. Tanggal 25 Desember sebenarnya adalah Hari Kelahiran Dewa Matahari dalam Sistem Kepercayaan Pagan Romawi yang kemudian dijadikan Hari Peringatan Kelahiran Yesus mulai abad ke-4 M, setelah Agama Kristen ditetapkan menjadi Agama Negara oleh Kekaisaran Romawi di tahun 313 M pada masa pemerintahan Kaisar Constantine I (ca. 272 – 337). Ajaran Yesus Kristus berakar pada Tradisi Yahudi. Tradisi Yahudi hanya mengenal perayaan Hari Kematian dari tokoh-tokoh ternama, dan Hari Kelahiran tidak dirayakan sama sekali. Perayaan Hari Kelahiran adalah Tradisi dalam Kepercayaan Pagan Romawi, dimana Hari Kelahiran setiap Dewa-Dewi Mitologis dan juga Kaisar demi Kaisar dirayakan secara besar-besaran.

Setelah kematian Yesus di atas kayu salib, para penganut ajaran Yesus harus terus bersembunyi karena dikejar-kejar, ditangkapi, dibunuh, dan dijadikan mangsa bagi binatang buas di arena Gladiator oleh Rezim Kerajaan Romawi, sampai akhirnya Kaisar Constantine I menganut Agama Kristen dan menetapkannya menjadi Agama Negara melalui Edict of Milan (313 M) barulah Kekristenan mendapatkan tempat yang terhormat dan dapat berkembang pesat dan tersebar ke seluruh belahan dunia yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Roma. Seperti halnya akulturasi antara Budaya Islam dengan Budaya Hindu-Jawa, yang kemudian menjadi Islam-Jawa yang begitu khas dan kental dengan kejawen, Tradisi Yahudi-Kristen juga berakulturasi dengan Tradisi Roma, menghasilkan sintesa yang kita kenal sebagai Budaya dan Tradisi Kristen Modern yang dapat kita lihat paling jelas pada Ke-Paus-an Katholik Roma. Salah satu bentuk akulturasi budaya Yahudi Kristen-Pagan Romawi tersebut adalah Perayaan Hari Lahir Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember yang mulai diresmikan oleh Gereja Katholik Roma pada abad ke-4 M. Itulah sekelumit Sejarah Natal dan Tanggal 25 Desember dalam Kekristenan.

Dalam perjalanan Epos Sejarah Bangsa ‘Garuda’ Indonesia, tanggal 25 Desember juga menyimpan suatu makna yang amat berarti dan mendalam. Karena pada tanggal 25 Desember di tahun 1912 inilah, untuk pertama kalinya terbentuk sebuah konsep idealisme dan gagasan yang bernama: Ke-INDONESIA-An. Insan Muda Indonesia mendukung agar tanggal 25 Desember segera ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Lahirnya Konsep Ke-INDONESIA-an.

Bandung, 25 Desember 1912
Indische Partij (Partai Hindia) didirikan oleh E.F.E Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat, yang lebih dikenal dalam Sejarah Indonesia sebagai Tiga-Serangkai. Pada tanggal 25 Desember 1912, ini juga diadakan rapat umum (vergadering) yang pertama kalinya dalam Sejarah Pergerakan Bangsa Indonesia seperti digambarkan dengan begitu gagah oleh Takashi Shiraishi dalam bukunya: Zaman Bergerak, Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926: “… vergadering IP [Indische Partij] yang dibuat Douwes Dekker di Bandung pada 25 Desember, yang mungkin merupakan vergadering politik pertama di Hindia… begitu sukses sehingga aksi vergadering menjadi ciri yang paling menonjol dari gerakan…”

Memang Sejarah tidak mencatatat Indische Partij sebagai Organisasi Pertama yang didirikan oleh Bangsa Indonesia. Indische Partij didirikan baru pada 25 Desember 1912, terentang masa 4 tahun dengan didirikannya Boedi Oetomo (BO) di tahun 1908 oleh Mahasiswa Kedokteran STOVIA di Batavia, dan SDI (Sarekat Dagang Islamiyah) oleh R.M. Tirtoadhisoerjo di Bogor pada tahun 1909. Namun Indische Partij tercatat sebagai organisasi pertama menggunakan sebuah kata ‘Indische’ (Hindia) dan menggunakan format Partai Politik untuk Organisasinya. Pada masa itu, istilah ‘Indonesia’ belum dikenal dalam kosakata, dimana wilayah Indonesia masa kini yang merupakan jajahan kolonial Belanda yang diberi nama oleh Sang Penjajah Belanda sebagai Hindia-Belanda (Netherlands-Indie).

Nama Hindia (India) amat jamak digunakan oleh para kolonisator pada masa itu. Hal ini berkaitan dengan asal mula Kolonialisme yang berakar dari Penjelajahan Samudra yang dilakukan oleh para Conquistador Eropa di masa lalu seperti Columbus, Magellan, Vasco Da Gama, Pizzaro, Cortez, Cornelis De Houtman, dll. dalam mencari sumber rempah-rempah, yang mereka percayai berasal dari kepulauan India. Inggris yang menjadi koloni Inggris dinamai British-India, demikian juga Kepulauan Nusantara, yang berhasil ditaklukkan sepenuhnya setelah selesainya rangkaian Perang-Perang Kolonial (Perang Diponegoro, Perang Padri, Perang Aceh, dsb) pada awal 1900-an, dinamai Netherlands-Indie (Hindia Belanda) oleh sang kolonialis penjajah, Kerajaan Belanda.

Adalah Indische Partij (Partai Hindia) yang pertama kali menggunakan nama Hindia, karena memang Indische Partij mempunyai sebuah cita-cita dan gagasan yang merupakan cikal-bakal dari Ke-INDONESIA-an, yang jauh melampaui Boedi Oetomo (BO) dan Sarikat Dagang Islamijah (SDI). BO membatasi keanggotanya (hanya) pada lapisan atas Bangsawan dan Priyayi Jawa (saja), dan bertujuan untuk membangun kembali Kejayaan Kebudayaan Jawa (saja) dan mengikat tali-silaturahmi antara sesama kelas darah-biru Jawa (saja), sementara SDI yang kemudian bermetamorfosis menjadi Sarikat Islam yang bertujuan mengadakan advokasi bagi (hanya) kepentingan kelompok agama Islam (saja). Indische Partij mempunyai visi-misi mendahului masanya, melampaui cakrawala pemikiran dan gagasan pada zamannya, bagaikan meteor yang melesat cepat jauh melampaui orbitnya. Indische Partij menawarkan gagasan yang baru lagi revolusioner dan brilyan pada masanya: Sebuah Konsep Ke-INDONESIA-an yang Plural, dimana dikemudian hari ide-ide Indische Partij telah mewujud dalam sistem Ketatanegaraan NKRI 17 Agustus 1945, yang berdasarkan BHINNEKA TUNGGAL IKA.



Indische Partij adalah Organisasi Pertama dalam Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia yang memakai bentuk Partai Politik untuk mencapai tujuannya. Dan adalah juga Indische Partij yang pertama mencantumkan kata Mencapai Kemerdekaan (Pemerintahan-Sendiri) sebagai Tujuan Organisasi secara tegas tertulis dalam Anggaran Dasarnya. Dan puncak dari kecanggihan idealisme, gagasan, dan cita-cita yang berani dipahatkan Indische Partij pertama kalinya dalam guratan Prasasti Besar Sejarah Bangsa Indonesia adalah membuka keangotaannya bagi semua anak-negeri yang mendiami wilayah Hindia, dan yang merasa dirinya sebagai bagian dari Hindia, tanpa memandang latar-belakang suku, etnisitas, ras, agama, dan golongan. Suatu Gagasan yang menjadi cikal-bakal Ke-INDONESIA-an: INDONESIA FOR INDONESIANS!

Apabila visi misi Kekristenan bagi para penganutnya adalah Kelahiran Kembali di Surga bersama Allah Bapa Sang Pencipta, dapat dicapai melalui penyerahan diri dan penerimaan pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan realisasi dari ajaran wejangan Kristus Yesus dalam kehidupan sehari-hari para umat. Maka Insan Muda Indonesia, me-Yakin-i: bahwa visi misi Ke-INDONESIA-an bagi Seluruh Bangsa Indonesia adalah sebuah MIMPI INDONESIA (INDONESIAN DREAM), dimana INDONESIA mencapai PUNCAK KEJAYAAN-nya sebagai MERCU-SUAR DUNIA, sebagai repetisi sejarah masa Dinasti Majapahit lampau yang [akan dan harus] berulang. INDONESIAN DREAM ini BISA, PASTI BISA, dan HARUS BISA tercapai melalui Penerimaan pada KONSEP Ke-INDONESIA-an sebagai JURUSELAMAT, dan pengamalan dari nilai nilai KONSEP Ke-INDONESIA-an itu sebagai Kebiasaan dan Kebanggaan dalam tiap-tiap tindak, pikir, ucap, laku, dan kata. JURUSELAMAT bagi INDONESIA itu adalah sebuah konsep, sebuah gagasan, ide Ke-INDONESIA-an, dimana setiap individu yang lahir, besar, tinggal, dan hidup di negeri ini harus berpikir sebagai BANGSA INDONESIA, dengan meleburkan semua ego-ego dan identitas yang lebih sempit (agama, suku, ras, etnisitas, tribal, primordial, kelas ekonomi, dll sebagainya) untuk kemudian BERSATU menjadi satu bangunan yang lebih besar nan utuh bernama INDONESIA.

Konsep PERSATUAN dalam KONSEP Ke-INDONESIA-An yang digagas Tiga Serangkai melalui Indische Partij bagaikan iblis yang begitu menakutkan bagi rezim kolonial Hindia-Belanda. Sejak 25 Desember 1912, dua kali pengajuan Indische Partij kepada Pemerintah Hindia-Belanda untuk menjadi Badan Hukum ditolak mentah-mentah, dimana penolakan resmi dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1913, langsung oleh Gubernur Jenderal A.W.F Indenburg; yang menempati titik teratas kekuasaan penindas kolonial Kerajaan Belanda di Hindia (Indonesia) saat itu. Tiga Bulan sejak Pendirian dan Rapat Umum Indische Partij, tepatnya pada tanggal 31 Maret 1913, Tiga Serangkai ditangkap oleh Pemerintah Hindia-Belanda, untuk kemudian diasingkan ke Belanda. Indische Partij dinyatakan sebagai Partai Terlarang di seluruh yurisdiksi Hindia-Belanda. Iblis yang bernama INDONESIA itu telah diringkus oleh Kolonial Belanda, awalnya seakan Iblis itu seakan-akan telah berhasil ditundukkan oleh Sang Ratu, akan tetapi INDONESIA bukan Indische Partij, Boedi Oetomo, SDI, PNI, Indonesia Moeda, atau lain-lain organisasi berbentuk yang fana lainnya. INDONESIA adalah sebuah konsep, sebuah ide, gagasan, cita-cita, dan mimpi yang abadi dan niskala.

Akhirnya Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda yang mencoba menaklukkan Iblis tersebut menjadi pihak yang tertakluk dan ternista dalam Sejarah Kemanusiaan, dan Iblis INDONESIA tersebut menang dalam pertarungan di Panggung Sejarah. Mungkin Iblis sesungguhnya yang amat ditakuti Penjajah Belanda itu sebenarnya adalah angka 33. Kira-kira 33 tahun kemudian, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, jam 10:00 Pagi, INDONESIA memproklamasikan dirinya.

Creedy : “Die! Die! Why won’t you die? … Why won’t you die?
V : “Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an idea,
Mr. Creedy, and ideas are bulletproof”.
‘V for Vendetta’ (Film / 2005)

Apabila Karl Marx (1808 – 1883) meyakini perulangan dari sejarah sebagai suatu orbit tanpa henti, maka Konsep Ke-INDONESIA-An yang sudah menjadi JURUSELAMAT yang membawa Kemerdekaan dalam Perang Bharatayudha antara Pandawa INDONESIA melawan Kurawa Penghisapan dan Penindasan Sistem Kolonialisme Belanda, akan kembali menjadi JURUSELAMAT yang membawa INDONESIA ke Puncak Kejayaannya, menjadi MERCU-SUAR DUNIA.

Wahai, Insan Muda Indonesia, dari Sabang Sampai Merauke, apakah engkau Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Taoist, Konghucu, Sosialis, Agnostik, atau bahkan Atheis, tak peduli engkau Jawa, Betawi, Tionghoa, Arab, Sunda, Menado, Papua, Batak; Bersatulah di bawah Baluran Sang Saka Merah Putih, untuk bersama-sama kita bersatu untuk meneriakkan mantra sakti mandraguna: BHINNEKKA TUNGGAL IKA, sambil berbaris dalam satu barisan menuju TAKDIR SEJARAH BANGSA GARUDA. Indonesia Pusaka, Tercinta Selamanya! Bagimu Jiwa dan Raga! PERSATUAN dan NASIONALISME akan membawa kita bersama kesana.

Lagu Untuk Indonesia dari Doline Warnerin

Lagu untuk Indonesia dari Doline Warnerin

Jakarta, 7 Desember 2009

4 Agustus 1992, Pavello de la Mar Bella, Barcelona, Spanyol
Lagu Indonesia Raya berkumandang untuk pertama kalinya di Arena Olimpiade Barcelona 1992, setelah Susi Susanti berhasil meraih medali emas setelah. mengalahkan Bang Soo Hyun di Final Tunggal Putri untuk cabang olahraga Bulutangkis. Pada Olimpade Barcelona 1992 inilah Bulutangkis pertama kalinya dimasukkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kancah Olimpiade. Melalui layar kaca televisi, saya masih ingat saat-saat mengharukan itu, di kala Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan diiringi dengan lagu Indonesia Raya yang berkumandang gagah di angkasa raya gedung Pavello de la Mar Bella. Susi Susanti ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan perasaan yang begitu bangga campur haru, air mata mulai mengalir keluar membasahi mata turun ke pipinya sembari menggumamkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dari bibir tipisnya yang juga basah oleh air mata. Pertama kalinya anak bangsa Indonesia menorehkan sejarah di ajang Olimpiade, dan Susi Susanti begitu larut dalam euforia kemenangan, tidak sanggup menahan luapan emosi sentimentilnya setelah Lagu Indonesia Raya Berkumandang, menangis untuk pertama kalinya dalam ajang yang begitu bergengsi tersebut. Dari rumah saya di Jakarta, Indonesia, saya turut merasakan emosi, euforia, dan luapan nasionalisme yang begitu menggelegak memenuhi rongga dada saya. Saya bergetar di dalam rongga dada saya.

19 Desember 1948 Pagi, Desa Ngalihan, Solo
Sejumlah 12 orang yang ditangkap atas keterlibatan dalam Peristiwa Madiun (Madiun Affair), termasuk mantan Perdana Menteri Mr. Amir Sjarifoeddin, dieksekusi oleh TNI atas perintah Kolonel Gatot Subroto. Perisitwa Madiun (Madiun Affair) yang digerakkan oleh PKI / FDR (Front Demokrasi Rakyat), adalah merupakan suatu gerakan oposisi koreksi atas strategi Pemerintah RI dibawah Soekarno – Hatta saat itu yang lebih cenderung memilih jalan Diplomasi dan Perundingan dengan Belanda dalam Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasiakan tanggal 17 Agustus 1945. Pemerintah RI pada saat itu lebih memilih jalan Diplomasi dan Perundingan, yang pada saat itu dikenal dengan semboyan “From the Bullet to the Ballot” adalah sebagai kebijakan strategis dalam rangka membentuk opini publik Internasional yang lebih bersahabat dan mendukung pada Perjuangan Bangsa Indonesia. Berbeda pendapat dengan Pemerintah RI dibawah Soekarno – Hatta di Jakarta, Muso dan Amir Sjarifoeddin menggalang kekuatan oposisi koreksi atas kebijakan Pemerintah dengan melakukan fusi PKI / FDR. Pecahlah Peristiwa Madiun. Pemerintah RI pusat di Jakarta tidak dapat mentolelir dualisme kekuasaan saat itu, karena keselamatan NKRI sedang terancam dengan dilancarkannya Agresi Militer Belanda ke-2, sehingga mengambil keputusan tegas untuk mengadakan aksi militer menumpas PKI / FDR dan seluruh gerakan Peristiwa Madiun. Muso tewas tertembak. Amir Sjarifoeddin dan 11 orang lainnya yang tertangkap dieksekusi oleh TNI di Desa Ngalihan Solo pada pagi hari 19 Desember 1948. Sebelum mereka dieksekusi, mereka meminta pada tim eksekutor untuk memperbolehkan mereka menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Walau berbeda strategi perjuangan dengan Pemerintah Pusat yang pada saat itu dijalankan oleh Kabinet Hatta, mereka tetap merasa bangga sebagai Satu Bangsa yang baru lahir: Indonesia!

Kedua Mosaik Peristiwa Sejarah di atas terjadi pada ruang dan waktu yang terentang terpisah beda. Terentang jarak waktu 44 tahun, dan terpisah jarak ruang ribuan kilometer, Ngalihan, Solo, Indonesia dan Barcelona, Spanyol. Susi Susanti larut dalam euforia dan ekstasi perasaan bahagia, bangga, nan haru yang bercampur jadi satu. Sementara Amir Sjarifoeddin dan ke-11 orang yang dieksekusi di Ngalihan, Solo, terhujam dalam perasaan kalah, frustasi, dan takut dalam menghadapi ajal yang tinggal beberapa detik lagi! Namun mereka berbagi satu cerita: Sebuah Cerita tentang Kesetiaan pada Indonesia. Sebuah Cerita tentang Lagu untuk Indonesia. Betapa Lagu “Indonesia Raya” yang didaulat menjadi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya begitu sakral ketika dinyanyikan, sebagai lagu sumpah setia pada sebuah kebangsaan, sebuah negeri, sebelum ajal menjemput, dan betapa Lagu Indonesia Raya begitu agung ketika dikumandangkan di panggung dunia, sebagai lagu puja-puji kemenangan sebuah Bangsa, Indonesia!

28 Oktober 1928, , Malam Penutupan Kongres Pemuda II
Gedung Indonesische Clubgebouw
Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan pada publik dengan hanya dengan permainan biola oleh sang penciptanya, WR Supratman di hadapan sekitar 1000 hadirin yang ikut berpartisipasi dalam sebuah peristiwa bersejarah Bangsa Indonesia yang kelak diperingati sebagai Sumpah Pemuda. Ch O Van Der Plas, Penasihat Urusan Pribumi dari Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda, dan seorang Komisaris Polisi yang hadir dalam Rapat tersebut melarang dinyanyikannya lagu tersebut setelah memeriksa teks lagu tersebut yang mengandung kata Indonesia. Pada saat itu kata Indonesia adalah sebuah kata yang amat diharamkan, dan bisa membuat sang pengucap masuk penjara tanpa proses hukum.

Lagu Indonesia Raya di kemudian hari
Setelah debutnya pada malam penutupan Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 teresebut, Lagu Indonesia Raya menjadi begitu terkenal di kalangan pergerakan kemerdekaan, dan menjadi lagu wajib yang selalu dinyanyikan pada saat partai-partai politik pergerakan kemerdekaan mengadakan kongres. Setelah Indonesia Merdeka, lagu tersebut ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan Republik Indonesia. Sayang, WR Supratman tidak sempat melihat penghargaan Bangsa Indonesia atas karyanya, karena ia telah meninggal di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1938, tepat 7 tahun sebelum Indonesia Merdeka.

Namun WR Supratman telah mengabadikan bukan hanya kreasi cipta, karya, karsa yang didasari oleh perasaan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air yang begitu meledak-ledak dalam jiwanya. Ia juga telah mengabadikan seluruh hidupnya demi Indonesia. Lagu-lagu ciptaannya yang lain selain Indonesia Raya selalu bertemakan Nasionalisme, Kemerdekaan, dan Patriotisme seperti: Matahari Terbit, Di Timur Matahari, dan RA Kartini, membuatnya selalu jadi sasaran kejaran Polisi dan Intel Kolonial Hindia-Belanda. Bulan Agustus 1938, WR Supratman ditangkap oleh Polisi karena menyanyikan Lagu-lagu untuk Indonesia tersebut bersama dengan Pandu NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschapij / Maskapai Radio Hindia Belanda) di Jalan Embon-Malang. Ia dijebloskan ke Penjara Kalisosok. Kondisi Penjara yang buruk membuat penyakit paru-parunya semakin kronis, dan Ia meninggal pada tanggal beberapa hari kemudian pada 17 Agustus 1938 di dalam Penjara, untuk kemudian dimakamkan di Pekuburan Kapas Kampung, Kenjeran, Surabaya. Sampai hari ini, Makam WR Supratman masih tegak berdiri setelah direnovasi oleh Pemerintah dan masih dapat dikunjungi oleh Generasi Muda Indonesia yang ingin menghayati sebuah totalitas seorang seniman musik untuk Indonesia.

27 November 2009, Insan Muda Indonesia Facebook Group Wall
Doline Warnerin, seorang putra Tasikmalaya, mempublikasikan lagu ciptaannya yang berjudul Insan Muda Indonesia di Insan Muda Indonesia Facebook Group Wall. Beberapa hari kemudian, Doline mengirimkan demo lagu yang dinyanyikannya sendiri dengan diiringi permainan alat musiknya ke email Insan Muda Indonesia. Doline begitu terinspirasi oleh Insan Muda Indonesia yang berikrar setia pada Ibu Pertiwi Indonesia untuk menegakkan kembali Nasionalisme, Patriotisme, dan Cinta Tanah Air di Indonesia Pusaka tercinta. Doline Warnerin bukanlah seorang sastrawan yang mahir memadukan kata-kata menjadi suatu simfoni narasi sebuah roman atau novel. Doline juga bukan seorang penyair yang piawai meracik bait bait patahan kata menjadi syair puisi yang merdu lagi menggugah ketika dideklamasikan. Doline adalah seorang seniman musik.

Ia menciptakan Lagu “Insan Muda Indonesia” sebagai wujud penghargaan terhadap Jejak Langkah Insan Muda Indonesia untuk menorehkan Sejarah Baru di Bumi Manusia Idnonesia, dimana Insan Muda Indonesia mencita-citakan Indonesia Raya dalam arti yang sesungguh-sungguhnya dan senyata-nyatanya. Sama seperti simpatisan Insan Muda Indonesia lainnya, Doline percaya dan meyakini bahwa Indonesia Raya nan Jaya bisa tercapai, Indonesia menjadi Mercu-Suar Dunia adalah sebuah Kepastian, apabila saya, kamu, dia, kami, mereka, kita semua, mulai hari ini berhenti berpikir sebagai individu, kelompok, suku, maupun agama, dan mulai melebur semua ego-ego sempit itu ke dalam mantra sakti mandraguna bernama Indonesia!

Doline Warnerin sama seperti WR Supratman telah melukiskan eskpresi cipta, rasa, karsa jiwanya melalui kreasi karya yang lahir dari hati tulus untuk mempersembahkan sesuatu, meskipun kecil, bagi Indonesia tercinta ini, yaitu Sebuah Lagu untuk Indonesia.

Emosi, Inspriasi, Harapan, Cita-cita yang terkandung dalam Lagu Untuk Indonesia yang diciptakan oleh WR Supratman telah berhasil menulari dan dirasai oleh Susi Susanti di Barcelona, Amir Sjarifoeddin, dan ke 11-orang lainnya di Desa Ngalihan, Solo. Walau terpaut ruang, waktu, dan konteks ketika mereka terlibat dengan Lagu Tersebut.

Semoga Substansi, Isi, Emosi, dan juga Idealisme dari Lagu “Insan Muda Indonesia” yang diciptakan oleh Doline Warnerin ini juga dapat menulari segenap Insan Muda Indonesia untuk tetap bersatu dalam gotong-royong untuk berkarya bagi Indonesia tercinta! Di Bawah Bendera Merah-Putih kita bersumpah setia selamanya!

Wahai Insan Muda Indonesia, marilah bersama kita wujudkan Indonesia Raya (The Great Indonesia). Merdeka!

Liputan Rapat Umum Insan Muda Indonesia ke-1 & Ucapan Terima Kasih

Liputan Rapat Umum Insan Muda Indonesia ke-1 & Ucapan Terima Kasih

31 Oktober 2009, Rapat Umum Insan Muda Indonesia yang ke-1 telah dilangsungkan di Restoran SEDERHANA, Sudirman Office Complex. Terimakasih kepada Bapak Andhi Satria, dan Saudara Edwin dari KompasTV. Insan Muda Indonesia angkat topi pada KompasTV yang peduli pada kemajuan Negara dan Bangsa Indonesia dengan meliput Rapat Umum ke-1 Insan Muda Indonesia. Kami ini baru tunas, dengan publikasi KompasTV, dan juga dukungan segenap anak Bangsa Indonesia, Insan Muda Indonesia seakan dihujani air segar, dan pupuk yang akan membuat kami tumbuh lebih kuat memancang langit ke atas angkasa raya, dan mengakar mencengkram tanah air Ibu Pertiwi Indonesia tercinta, jadi Pandu Indonesia.

Terimakasih juga kami haturkan pada Ruby Narzudy yang membantu mencetak Lambang Insan Muda Indonesia dan materi-materi lain untuk kepentingan Rapat Umum kemarin ini. Juga kepada Lenny Nathalia, Marlyn Lusiana, Sony Tono, dan Vincent Young, yang telah menyempatkan waktu kalian yang begitu berharga untuk hadir pada Rapat Umum Insan Muda Indonesia ke-1. Juga kepada Budi Kurniawan and Antonius Kumala yang begitu ingin hadir dan menyaksikan sebuah tonggak sejarah baru Indonesia dipancangkan, namun tidak dapat hadir karena suatu dan lain hal, dan menyatakan dukungan lewat pembicaraan per telepon. Juga kepada segenap staff Restoran SEDERHANA, dan semua pribadi yang tidak sempat kami sebutkan. Terima Kasih untuk kalian semua!

Insan Muda Indonesia adalah pengemban amanat dan takdir sejarah dari Generasi Sumpah Pemuda (1928) yang kemudian melebur dalam Indonesia Muda (1930). Adalah sebuah kebetulan Sejarah yang terlalu kebetulan, bila Lambang maupun Nama dari Insan Muda Indonesia (2009) amat menyerupai Indonesia Muda (1930). Apakah ini sebuah Reinkarnasi Sejarah, Repetisi Sejarah, ataupun cuma kebetulan belaka, Insan Muda Indonesia sudah siap mengemban amanat Takdir Sejarah-nya. Insan Muda Indonesia akan berdiri di barisan paling depan untuk mengingatkan kembali Bangsa Indonesia yang seakan lupa pada kesaktian Persatuan dan Cinta Tanah Air yang sudah disabdakan Sumpah Pemuda (1928), dan nama-nama yang tersebut di atas akan tercatat dengan tinta emas pada Hikayat sejarah kebangkitan Bangsa Garuda, dan dilafalkan oleh anak-anak sekolah berabad kemudian. Indonesia akan tetap tegak berdiri, karena kalian masih peduli!

Rapat Umum ke-1 Insan Muda Indonesia kemarin ditutup dengan kata penutup oleh Erlangga Patria Mangan (Ketua), Pembacaan Manifesto Insan Muda Indonesia oleh Agus Salim (Wakil Ketua), dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama oleh segenap hadirin sebagai pamungkas penutup.

Terimakasih Indonesia. Insan Muda Indonesia, Ada, Karena Indonesia!

Jakarta, 2 November 2009

Atas Nama Bangsa Indonesia,

Insan Muda Indonesia

Sumpah Pemuda dan Sumpah Insan Muda Indonesia 28 Oktober 2009

Sumpah Pemuda dan Sumpah Insan Muda Indonesia 28 Oktober 2009

Jakarta, 28 Oktober 2009

Hari ini 28 Oktober 2009, Kita semua kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Namun, tahukah kita semua Sejarah Sumpah Pemuda, juga arti pentingnya dalam menentukan arah Sejarah Bangsa Indonesia? Tulisan singkat ini akan memberikan selayang pandang pengertian tentang Sumpah Pemuda. Untuk versi lengkap yang lebih panjang dari tulisan ini, silahkan dibaca di Facebook Group Page: Insan Muda Indonesia.

Sumpah Pemuda sebagai Ikrar Satu Indonesia salah satu tonggak sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, adalah merupakan hasil resolusi dari Kongres Pemuda II (27 - 28 Oktober 1928). Semangat Persatuan dalam Resolusi Kongres yang untuk kemudian hari dibai'at menjadi Sumpah Pemuda sangat dipengaruhi oleh Ide-Ide Muh. Yamin yang dituangkan dalam pidato-pidatonya selama Kongres yang begitu cemerlang dan memukau, membuatnya menjadi Bintang di Kongres ini.

Pada malam terakhir Kongres (28 Oktober 1928), Lagu Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kalinya oleh WR Supratman dengan permainan biolanya di hadapan sekitar 1000 peserta. Pengawas Belanda yang hadir saat itu: CH O Van Der Plas (Penasihat Urusan Pribumi) dan seorang Komisaris Polisi menganggap syair Indonesia Raya terlalu ekstrim, dan hanya membolehkan lagu ini dilagukan secara Instrumental tanpa dinyanyikan Syairnya.

Kongres Pemuda II diikuti oleh Organisasi-organisasi Pemuda Kedaerahan dan Kesukuan, seperti: Jong Java, Jong Sumantranen Bond, Jong Celebes, Jong Bataks Bond, Jong Minahasa, dsb. Semangat Persatuan sebagai Resolusi Kongres Pemuda II ini begitu merasuki seluruh peserta, sehingga semua organisasi kedaerahan dan kesukuan tersebut segera membubarkan diri sepanjang tahun 1929, untuk kemudian melebur dalam satu wadah persatuan: Indonesia Muda di tahun 1930.

Insan Muda Indonesia Haqqul Yaqin bahwa Indonesia adalah Satu. Persatuan hanya bisa tercapai melalui Peleburan Ego-Ego yang lebih kerdil, seperti Ego Individual, Kelompok, Tribal, Dan Religi, untuk bermuara dalam Samudera Ke-Indonesiaan.

28 Oktober 2009, Insan Muda Indonesia Bersumpah untuk terus meneruskan amanat suci Sumpah Pemuda (1928) dan Indonesia Muda (1930) untuk mewujudkan idea menjadi realitas Persatuan dalam arti yang senyata-nyatanya! Dengan Azimat Persatuan, Indonesia BISA, PASTI BISA, dan HARUS BISA mencapai Puncak Kejayaannya.

Wahai Insan Muda Indonesia!
Kita pernah ada di Puncak Tertinggi di Masa Lalu!
Sriwijaya, Majapahit, Borobudur, juga MONAS....
Teruslah Bersatu dan Cintai Ibu Indonesia!
Bersatu selalu kita akan teguh sampai akhir riwayat sang kala
Merdeka!

28 Oktober 2009, Insan Muda Indonesia BERSUMPAH!

INDONESIA: SURGA Dunia!!!

INDONESIA: SURGA Dunia!!!

Jakarta, 16 November 2009

Tuhan YME telah benar-benar meng-anugerahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada Bangsa Indonesia. Terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan Iklim Tropis sepanjang tahun dan Dua Musim, juga secara Geografis dikelilingi oleh deretan Gunung Berapi, membuat Tanah Bumi Indonesia begitu subur, dan amat kondusif untuk lahan berkembangnya tumbuh-tumbuhan dari hampir segala jenis species.

Keanekaragaman Hayati, Flora dan Fauna; Kekayaan Laut, Berlimpahnya Sumber Daya Alam Energi dan Mineral, dan masih amat sangat banyak lagi semua potensi Bumi Indonesia sebagai Rahmat dan Hidayah Tuhan YME. Potensi Tanah dan Bahari Alam Indonesia begitu luar-biasa-nya, hingga mampu membuat Perusahaan Swasta Belanda; VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie / Dutch East India Company), yang beroperasi di Indonesia 1596-1800 dan Kerajaan Belanda yang menguasai Indonesia (1800-1942) melalui politik kolonial-nya mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari Bumi Ibu Pertiwi Indonesia.

VOC dan Kerjaan Belanda mendapatkan laba komersial luar-biasa besar yang membuatnya menjadi Super-Power Dunia pada masanya! Negeri Kincir-Angin yang terletak di bawah permukaan laut itupun mampu membendung lauitan dari profit komersial mereka atas penderitaan Bangsa Indonesia dibawah Penjajahan Kolonial Belanda yang busuk nan menindas. Hal ini amat kontradiktif dengan keadaan Ibukota Jakarta tercinta yang selalu digenangi banjir langganan selama musim penghujan setiap tahunnya, akibat ketidakpedulian pemerintah daerah dan penduduknya yang tidak memiliki rasa cinta dan perhatian pada lingkungan kotanya.

Seakan tidak puas menganugerahkan Rahmat dan Hidayah-Nya pada Bumi Manusia Indonesia dengan Kekayaan dan Potensi Alamnya yang begitu luar biasa, Tuhan YME seakan begitu royal dan dermawan untuk menganugerahkan (lagi) Alam Indonesia dengan Keindahan Alamnya! Indonesia dengan 17,000 lebih pulau-pulaunya bagaikan sebuah Mahakarya Tuhan YME, sebuah Firdaus Dunia dalam Arti yang Sebenar-benarnya!

Salah satu sisi pesona estetik Alam Indonesia adalah Kepulauan Flores. Di Kepulauan Flores inilah, terletak Keajaiban Dunia, ciptaan Tuhan YME, yang hanya ada di Indonesia!

Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar di Gugusan Kepulauan Flores adalah Tiga Pulau di Dunia, dimana masih hidup margasatwa Purba dari Zaman Dinosaurus: Komodo. Tercatat 2500 ekor Komodo masih hidup sebagai simbol kemenangan atas hempasan waktu dan kejamnya proses evolusi biologi.

Komodo (Varanus Komodoensis) adalah Reptil Karnivora Purba yang diyakini para ahli biologi dan evolusi merupakan evolusi dari nenek-moyang salah satu species Dinosaurus 300 juta tahun lalu. Komodo sendiri sudah hidup dari 40 juta tahun lalu sampai detik ini. Saat ini detik ini, Only in Indonesia! Bumi Indonesia telah memberikan sumbangsih terbesarnya bagi pelestarian warisan kehidupan Dunia!

Pulau Rinca juga disebut sebagai Halfway to Heaven (Setengah Perjalanan Menuju Surga) karena Keindahan Alamnya. Pulau Rinca sepenuhnya diselimuti padang savanna nan hijau, dan dikelilingi birunya Laut Flores, membuat panorama alamnya bak lukisan sebuah Surga, Taman Firdaus yang terletak di Bumi ini.

Umat Kristiani dalam Doa Bapak Kami yang diajarkan langsung oleh Yesus, melafalkan: Jadilah KehendakMU, di Bumi seperti di Surga. Itulah Pulau Rinca. Itulah Flores. Itulah Indonesia, Halfway to Heaven! Setengah Perjalanan Menuju Surga.

Bangsa Indonesia juga sudah mencapai Setengah Perjalanan Menuju Surga! Dengan Kasih Anugerah Tuhan YME yang mencurahkan Rahmat dan Hidayah-NYA yang berkelimpahan pada Bumi Indonesia yang membuatnya begitu Kaya nan Indah, Indonesia sudah menjadi SETENGAH SURGA!

Indonesia BISA, PASTI BISAm dan HARUS BISA jadi SURGA DUNIA. Setengah Perjalanan lagi untuk mewujudkan SURGA DUNIA di Indonesia adalah dengan memanfaatkan Potensi lebih dari 200 juta Rakyat Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Indonesia menjadi berpenduduk terpadat ke-4 di dunia. Apabila potensi Sumber Daya Manusia ini diberdayakan melalui pendidikan pada Generasi Muda, sudah pasti Sinergi Unsur BUMI dan Unsur MANUSIA ini akan melahirkan sebuah SENYAWA INDONESIA yang akan menjadi AZIMAT SAKTI nan AMPUH, yang akan membawa Bangsa Indonesia ke Puncak Kejayaannya, Menjadi Mercu-Suar Dunia, SURGA DUNIA! Cita-cita Kemerdekaan dari Para Pendiri Republik Indonesia untuk Indoensia yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Lohjinawi, niscaya akan tercapai!

Insan Muda Indonesia bertekad mewujudkan Mimpi Indonesia (Indonesian Dream) melalui Pendidikan Generasi Muda Indonesia yang menanamkan Semangat Persatuan, Nasionalisme, Cinta Tanah Air dan Bangsa. Mari Bersama Insan Muda Indonesia, kita wujudkan INDONESIAN DREAM!

Wahai Insan Muda Indonesia: Belajar dan Bekerja-lah dengan Giat, Bersatulah, dan Cintailah Ibu Pertiwi Indonesia tercinta!

Tertulis dalam Al-Quran: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11 / Ar Radu Ayat 11). Dengan Rahmat Tuhan YME, Pulau Rinca dan Kepulauan Flores lainnya, BUMI Indonesia sudah menjadi Halfway To Heaven. Dengan Cipta, Karsa, Karya, dan Rasa Manusia Indonesia, Insan Muda Indonesia HAQQUL YAQIN Indonesia PASTI BISA menjadi SURGA DUNIA!

Pulau Rinca adalah Halfway to Heaven!
Jadilah Kehendak Indonesia: Di Bumi seperti di Surga!
Semoga Tuhan YME Selalu Meridhoi Perjuangan Bangsa Indonesia!
Amien!

Tulisan ini juga dimuat di Facebook Group Discussions: Insan Muda Indonesia

Insan Muda Indonesia 661 - 23 November 2009

Insan Muda Indonesia 661 – 23 November 2009

Pernah nonton film 300? 300 adalah Film produksi Hollywood tahun 2007, yang diadaptasi dari Graphic Novel dengan judul sama: 300 karya Frank Miller. Cinematography film itu begitu apik, teliti, dan detail sehingga membuat Film yang setiap scene-nya begitu taat dan akurat mengikuti storyboard di edisi Graphic Novel-nya ini menjadi tontonan yang amat menarik.

300 diadaptasi dari peristiwa sejarah Pertempuran Thermophylae di tahun 480SM, dimana Raja Leonidas dari Sparta (540 – 480 SM) melawan invasi Raja Xerxes I dari Persia (519 – 465 SM) dan 250,000 pasukannya hanya dengan 300 laskar Sparta!!! Leonidas dengan 300 pasukan elit negri Sparta bergabung dengan pasukan koalisi dari seluruh Yunani yang berjumlah kurang lebih 7000 orang telah siap melawan invasi 250,000 laskar Persia yang jauh di atas mereka dalam hal jumlah, kemampuan tempur, dan juga kelengkapan senjata.

Leonidas, ke-300 laskar Sparta, dengan gabungan kekuatan Yunani lainnya sudah tahu bahwa mereka akan kalah dari Persia, namun mereka maju ke garis terdepan pertempuran dalam keadaan siap berkorban jiwa demi pertiwi. Merdeka atau Mati! Mereka tidak sudi tanah Yunani dijajah oleh bangsa asing.

MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
(Puisi: Diponegoro, Karangan Chairil Anwar)

Dimulailah sebuah perang yang dikenang sepanjang masa dalam sejarah yang melibatkan dua kekuatan yang tidak imbang sama sekali, dimana pihak yang kalah tercatat dalam keabadian sejarah. Hasilnya, sudah bisa ditebak dengan logika, Leonidas dan kesemua 300 laskar Sparta tewas dalam pertempuran tersebut. Sekali Berarti Sudah Itu Mati! Leonidas dan ke 300-laskar Sparta abadi dalam tiap guratan pena sejarawan, hidup beribu tahun dalam hikayat kepahlawanan. Thermopylae 480SM: Sebuah Metafora kontradiksi antara Kemerdekaan dan Penjajahan. Sebuah kekalahan Patriotisme, Persatuan, dan Cinta tanah Air dalam medan pertempuran, yang menjadi abadi dalam balada kepahlawanan Bangsa Yunani.

MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas.
(Puisi: Diponegoro, Karangan Chairil Anwar)

Insan Muda Indonesia didirikan 22 Agustus 2009 sebagai antitesis dari sempitnya ego-ego individual, religi, kultur, tribal, kelompok, golongan, dan ego-ego sempit lainnya. Insan Muda Indonesia meyakini Takdir Sejarah Bangsa Indonesia untuk menjadi Mercu-Suar Dunia, mencapai Puncak Kemegahan nan Agung, seperti Masa Dinasti Majapahit, dapat dicapai dengan AZIMAT SAKTI: Persatuan, dan Cinta Tanah Air.

Seperti Anti-tesis Kemerdekaan kontra Penjajahan pada Thermopyale 480SM, Insan Muda Indonesia (2009) menyerukan pada segenap Bangsa Indonesia untuk BERSATU, dan MENCINTAI IBU PERTIWI INDONESIA, untuk bersama menggenggam TAKDIR SEJARAH BANGSA GARUDA.

Suatu hal yang amat menggembirakan, bahwa sampai hari ini anggota Insan Muda Indonesia di Facebook Group sudah mencapai 661 anggota per 23 November 2009 18:00 WIB. INDONESIA BISA, PASTI BISA, dan HARUS BISA, karena KALIAN SEMUA MASIH PEDULI!

Petikan bait Chairil Anwar dalam puisinya: Catetan Th 1946, melukiskan dengan romantik suatu moment sejarah yang tercatat dalam keabadian sebagaimana seharusnya:

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu
Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat.
(Puisi: Catetan Th. 1946, Karangan Chairil Anwar)

Untuk Pertempuran Thermopylae, tidak semua dicatat walau semua dapat tempat. Epos sejarah kuno baik barat maupun timur, dari Kisah Tiga Negara-nya Tiongkok, Illiad dan Oddyssey-nya Yunani, Mahabharata-nya India, hanyalah mencatat kegagahan, kepahlawanan, keberanian, dan segala tindak-dan-laku kelas Penguasa, Raja, Bangsawan, Satria, Jenderal, Panglima, Laksamana, dan juga Pendeta. Rakyat terbungkam dalam tiap balik lembar halaman kitab sejarah yang penuh oleh hiruk-pikuk nama para Penguasa. Mereka disebut tanpa-nama, sebagai jumlah, sebagai angka. Leonidas dapat tempat dan tercatat. Yang lain Cuma disebut sebagai the 300 Spartans! Mereka mati dalam kesunyian sejarah sebagai angka tanpa nama!

Insan Muda Indonesia berterima-kasih pada ke 661 anggota yang sudah bergabung di Facebook Group Insan Muda Indonesia, dan mengajak keseluruh 661 Insan Indonesia untuk bersama bergandengan tangan dalama Baluran Sang Saka Merah Putih, dan bersama-sama menyerukan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Dan ke 661 anggota yang sudah bergabung pada hari ini, akan dapat tempat, tercatat dalam ukiran dalam Prasasti Sejarah Kebangkitan Kembali Bangsa Garuda. Ayo, ajak semua sahabat, kerabat, semuanya bergabung dalam Facebook Group: Insan Muda Indonesia! Dukung target Insan Muda Indonesia untuk mempunyai 1000 anggota di Facebook Group pada akhir 2009!

Dan kita akan memulai sebuah Sejarah di awal tahun 2010 dengan 1000 manusia yang siap mengguncang Gunung Semeru! 1000 Insan Muda Indonesia yang satu dalam tekad Persatuan dan Cinta Tanah Air akan membuat sejarah yang lebih heroik dari Leonidas dan 300 laskar Sparta-nya di tahun 480SM!

Semua dicatat, Semua Dapat Tempat!

Merdeka! Jayalah Indonesia kita semua!
Atas Nama Bangsa Indonesia;

Jakarta 23 November 2009, 18:50 WIB
Insan Muda Indonesia

Tulisan ini juga dimuat di Facebook Group Discussions: Insan Muda Indonesia

E.F.E Douwes Dekker - Jiwa Putra Indonesia Sejati

E.F.E Douwes Dekker - Jiwa Putra Indonesia Sejati

Jakarta, 14 Oktober 2009

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, adalah satu dari tak terbilang bukti sejarah, bahwa Monumen Suci Kemerdekaan Indonesia dibangun dengan darah daging jiwa para Pahlawan dan Martir / Syuhada dari berbagai latar belakang Etnis-Ras, Suku, dan Budaya.

Insan Muda Indonesia yakin Indonesia ada karena keanekaragaman anak bangsa. Indonesia lahir karena untaian nada sumbangsih beranekaragam anak bangsa: Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, Aceh, sampai Papua; yang menjadi satu simfoni SENYAWA INDONESIA.

Dengan Persatuan dan Keanekaragaman (Bhinneka Tunggal Ika) jualah, Indonesia dapat mencapai Kejayaannya sebagai Mercu Suar Dunia. Hal ini terbukti pada Sejarah Kelahiran Republik Indonesia 17 Agustus 1945 melalui Balada seorang EFE Douwes Dekker.

EFE Douwes Dekker lahir tahun 1879 di Pasuruan dari Ayah BELANDA, dan ibu berdarah campuran JERMAN-JAWA. Jelas, istilah 'gaul'-nya ia adalah 'BLASTERAN' dan bukan berdarah 'ASLI' Indonesia. Tapi Epos hidupnya adalah sebuah Cerita Kepahlawanan Putra Indonesia Sejati.

Adik dari Kakek EFE Douwes Dekker adalah Multatuli (Eduard Douwes Dekker), pengarang Max Havelaar, sebuah Novel Raksasa yang meneriakkan keberpihakan pada Rakyat Hindia-Belanda dan mengutuk Politik Tanam Paksa yang zalim dan menyengsarakan jelata.

Multatuli (Eduard Douwes Dekker) sendiri adalah seorang berdarah 'BELANDA' tulen. Suatu bukti lagi, Indonesia bukanlah keturunan, genetis, atau kultur. Indonesia adalah Ide-Hati-dan Jiwa untuk bakti dan abdi pada nusantara tercinta ini.

EFE Douwes Dekker memulai karier sebagai wartawan-editor surat kabar sejak 1903. Ia melihat betapa busuk nan menindasnya Politik Penjajahan Belanda. Para Pendiri Budi Utomo (Sutomo & Gunawan) bersahabat karib dengan beliau, sering diskusi dan minta nasihat dari beliau.

Setelah persiapan selama 2 tahun, pada 25 Desember 1912 di Bandung, EFE Douwes Dekker bersama Cipto Mangukusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan Indische Partij (Partai Hindia). Dalam Sejarah Pergerakan Bangsa, Indische Partij adalah Partai Pertama yang bertujuan mewujudkan INDONESIA MERDEKA.

Indische Partij membuka keanggotaan lintas batas ras, semua ras: Pribumi, Eropa, Peranakan (Eropa, Tionghoa, Arab, dsb) yang tinggal di Indonesia dan MERASA dirinya ORANG INDONESIA. Cita-cita Indische Partij adalah INDONESIA BAGI SEMUA!

Balada keluarga Douwes Dekker (Ernest Francois Eugene & Eduard) telah mengguratkan prasasti abadi bagi Ke-Indonesiaan dalam Cinta, Bakti, dan Jiwa, bukan atas dasar Ras, Etnis, Suku, maupun Agama.

Insan Muda Indonesia (IMI) akan mewujudkan Cita-cita Indische Partij bagi Indonesia. Indonesia milik KITA SEMUA. Indonesia ADA karena kita BERSATU. Apabila kita TERUS BERSATU menjadi SATU SENYAWA Indonesia, sudah pasti Indonesia akan mencapai PUNCAK KEJAYAAN-nya; menjadi MERCU SUAR DUNIA!

Wahai Insan Muda Indonesia;
TERUSLAH BERSATU DAN MENCINTAI NEGERI INI!
Merdeka!

Informasi Tambahan tentang EFE Douwes Dekker:

Bagi para Insan Muda Indonesia yang ingin mempelajari lebih mendalam mengenai EFE Douwes Dekker, pemikiran dan perjuangannya silahkan membaca buku sebagi berikut:

The lion and the gadfly: Dutch colonialism and the spirit of E.F.E. Douwes Dekker
Pengarang: Paul W. van der Veur
Penerbit: KITLV Press
Tahun Terbit: 2006

Buku ini belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Semoga ada penerbit yang menerbitkannya dalam Bahasa Indonesia dalam waktu dekat agar perjuangan EFE Douwes Dekker bisa dihayati oleh Segenap Insan Muda Indonesia.